Saya adalah bagian dari masyarakat kecil, rakyat kecil lah istilah politiknya pengennya sih cuma harga – harga kebutuhan pokok murah. Terserah lah presidennya siapa, apa rezimnya, gimana bentuk demokrasinya, apa sistem perekonomian yang dipraktikkan, serta seperti apa kebijakannya, yang penting harga – harga murah.”Woalah Yo… Yo… Urip Kok Soyo Uangel..” itu adalah tag line yang saya di lihat di mural (lukisan dinding) di salah satu sudut kotaYogya. Benar, mural itu sangat merepresentasikan nasib sebagian rakyat kita. Sebenarnya, gak kurang jumlah doktor – doktor bahkan profesor – profesor ekonomi gemblengan sekolah – sekolah ekonomi besar. Tapi kok dari merdeka sampe sekarang sepertinya sama saja, apalagi akhir – akhir ini.
“Ekonomi tumbuh 6%, 6,5%, 7%, inflasi dapat ditekan 1%, 0,9 %, 0,6%…” Itu saja mungkin bentuk perbaikannya. Klo ekonomi memang tumbuh, itu tumbuh yang mana??? klo inflasi turun, itu turun yang mana??? Lagian juga info – info yang seperti itu juga gak semua warga negeri ini ngerti. Info – info seperti itu hanya bermanfaat untuk para pelaku ekonomi yang besar – besar alias ekonomi konglomerasi. Selebihnya, saya kira manfaatnya nol.
“Ekonomi tumbuh 6%, 6,5%, 7%, inflasi dapat ditekan 1%, 0,9 %, 0,6%…” itu pertumbuhan yang mana??????? inflasi turun, itu inflasi yang mana????? Heran… Bangga banget ya ekonom – ekonom berkata seperti itu. Mungkin mereka ngerasa hidup di Amrik kali ya, yang manajemen data base-nya sudah baik, displin dan benar. Kalau di Amrik lumrah, saat pengampu kebijakan bilang ekonomi tumbuh 5 % ,ya kurang lebih dalam kenyatan 5 % itu juga yang terjadi.
Nah… klo di sini, coba apa mungkin petugas – petugas BPS mencatat berapa penghasilan mbok – mbok dan pengecer – pengecar yang dipasar, petani – petani dan peternak – peternak kecil, dan industri – industri rumahan. Nggak kan? padahal usaha – usaha seperti itulah yang 90% lebih ada di negeri kita. Kalau begitu, berarti secara makro mereka sudah terlewat dalam pencatatan. Kalau dalam pencatatan saja mereka sudah terlewat, ya jelas, artinya dalam kebijakan sedikit banyak terlewat juga.
Pendeknya, ekonom – ekonom itu lupa kalau ekonomi negeri ini itu ada dua, yaitu perekonomian besar dan perekonomian kecil dan mikro. Memang ada perhatian untuk UKM. Di negeri ini juga ada yang namanaya Kementrian KUKM. Tapi, seperti apa sih bentuk lembaga itu. Sekarang bisa dicoba disurvei, siapa Menteri Keuangan Vs siapa Menteri KUKM? saya berani bertaruh menteri KUKM lebih tidak populer dibanding menteri keuangan. Karena menteri tersebut jarang masuk media umum.
Memang dunia UKM tidak banyak menarik, entah karena kuenya kecil atau apa, tapi coba deh. Terus-terusan aja seperti ini, nomor duakan UKM dan momong terus usaha – usaha besar, saya yakin negeri ini tidak akan lebih bagus dari kondisi sekarang ini.
“Bank Indonesia menurunkan suku bunga SBI dalam rangka menggenjot sektor riil”…. Sektor yang seperti apa?? Ingat! mayoritas pelaku ekonomi negeri kita ini tidak hanya butuh bunga kredit murah. Suku bunga yang murah hanya akan menyenangkan pelaku ekonomi menengah ke atas. Karena mereka mampu melengkapi semua persyaratan pengajuan kredit. La kalo pelaku usaha kecil mikro???
Disamping itu, pelaku usaha mikro ini juga membutuhkan pendampingan, asistensi, dan pengawasan intensif. Memeperkenalkan aspek – aspek menajerial, akuntansi, teknologi, dan perbankan. Jadi kalau cuma suku bunga kredit murah, tanpa dibarengi kebijakan lain yang nyata – nyata memihak UKM (tidak setengah – setengah baik by design atau dalam praktik), penurun suku bunga itu adalah mempunyai dampak nol besar bagi rakyat banyak.
Sebenarnya masih banyak lagi uneg – uneg saya tentang erekonomian negeri ini. Ini baru dari secuil sudut pandang UKM loh. Mash banyak sudut pandang lain yang tidak kalah “lucu”-nya dengan ini. Tapi ya sudahlah, sekali lagi rakyat kecil, ya bisanya cuma gini aja, kita tunggu aja sapa tau ada keajaiban yang bisa ngrubah haluan negeri ini. Amin…
negara mu ni vic… !!!
negara yang aneh dan lucu kaya “gogon”
Comment by cookie — February 21, 2008 @ 7:53 am
blognya adem ayem ya…………???
Comment by syarifah balqis — March 21, 2008 @ 8:55 am